#2019JANGANTAKUTBERZAKAT

#2019JANGANTAKUTBERZAKAT

Yayasan Al-Karomah Bhakti Insani merupakan lembaga filantropi yang mengelola zakat, infak, sedekah, serta dana sosial lainnya melalui program-program pemberdayaan masyarakat. Rumah Zakat mulai berupaya untuk dapat mewujudkan visi menjadi filantropi kemanusiaan dan pemberdayaan. Untuk pemberdayaan akan diwujudkan dalam 5023 desa berdaya dan 200 hektar kebun produktif, serta 50.000 UMKM di seluruh Indonesia. Rumah Zakat telah membuktikan ini dalam kiprahnya selama 20 tahun dan mampu memberdayakan 30 juta penerima layanan manfaat.

Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan apabila telah memenuhi syarat – syarat yang telah ditentukan oleh agama, dan disalurkan kepada orang–orang yang telah ditentukan pula, yaitu delapan golongan yang berhak menerima zakat sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60:

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Zakat dalam bahasa Arab mempunyai beberapa makna :
Pertama, zakat bermakna At-Thohuru, yang artinya membersihkan atau mensucikan (QS. At-Taubah ayat 103)
Kedua, zakat bermakna Al-Barakatu, yang artinya berkah
Ketiga, zakat bermakna An-Numuw, yang artinya tumbuh dan berkembang
Keempat, zakat bermakna As-Sholahu, yang artinya beres atau keberesan, yaitu bahwa orang orang yang selalu menunaikan zakat, hartanya akan selalu beres dan jauh dari masalah.

Jenis-Jenis Zakat:
Zakat Emas
Ketentuan:

Mencapai haul
Mencapai nishab, 85 gr emas murni
Besar zakat 2,5%
Cara Menghitung:
Jika seluruh emas/perak yang dimiliki, tidak dipakai atau dipakainya hanya setahun sekali:

Zakat emas/perak = emas yang dimiliki x harga emas x 2,5 %
Jika emas yang dimiliki ada yang dipakai:

Zakat = (emas yang dimiliki – emas yang dipakai) x harga emas x 2,5 %

Zakat Perak
Ketentuan:

Mencapai haul
Mencapai nishab 595 gr perak
Besar zakat 2,5 %
Cara Menghitung:
Jika seluruh perak yang dimiliki, tidak dipakai atau dipakainya hanya setahun sekali:

Zakat = perak yang dimiliki x harga perak x 2,5 %
Jika emas yang dimiliki ada yang dipakai:

Zakat = (perak yang dimiliki – perak yang dipakai) x harga emas x 2,5 %

Zakat Perdagangan
Ketentuan:

Telah mencapai haul
Mencapai nishab 85 gr emas
Besar zakat 2,5 %
Dapat dibayar dengan barang atau uang
Berlaku untuk perdagangan secara individu atau badan usaha (CV, PT, koperasi)
Cara Hitung :

Zakat Perdagangan = ( Modal yang diputar + keuntungan + piutang yang dapat dicairkan ) – (hutang + kerugian) x 2,5 %

Zakat Pertanian
Ketentuan:

Mencapai nishab 653 kg gabah atau 520 kg jika yang dihasilkan adalah makanan pokok. Jika selain makanan pokok, maka nishabnya disamakan dengan makanan pokok paling umum di daerah.
Kadar zakat apabila diairi dengan air hujan, sungai, atau mata air, maka 10 %
Kadar zakat jika diairi dengan cara disiram (dengan menggunakan alat) atau irigasi maka zakatnya 5%

Zakat Profesi
Zakat Profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi bila telah mencapai nishab. Menurut Yusuf Qordhowi, sangat dianjurkan untuk menghitung zakat dari pendapatan kasar (brutto), untuk lebih menjaga kehati-hatian.

Nisab sebesar 5 wasaq/652,8 kg gabah setara 520 kg beras. Besar zakat profesi yaitu 2,5 %.

TERDAPAT 2 KAIDAH DALAM MENGHITUNG ZAKAT PROFESI
Menghitung dari pendapatan kasar (brutto):

Zakat = Pendapatan total (keseluruhan) x 2,5%
Menghitung dari pendapatan bersih (netto):

Zakat = (Pendapatan total – Pengeluaran perbulan*) x 2,5%
Keterangan:

Pengeluaran per bulan adalah pengeluaran kebutuhan primer (sandang, pangan, papan)
Pengeluaran perbulan termasuk: Pengeluaran diri , istri, 3 anak, orang tua dan Cicilan Rumah. Bila dia seorang istri, maka kebutuhan diri, 3 anak dan cicilan Rumah tidak termasuk dalam pengeluaran perbulan.

Zakat Hadiah
Jika hadiah tersebut terkait dengan gaji maka ketentuannya sama dengan zakat profesi dan dikeluarkan pada saat menerima hadiah. Besar Zakat yang dikeluarkan 2.5%.

Jika komisi, terdiri dari 2 bentuk:

Pertama, jika komisi dari hasil prosentasi keuntungan perusahaan kepada pegawai, maka zakat yang dikeluarkan sebesar 10%.
Kedua, jika komisi dari hasil profesi misalnya makelar, maka zakatnya seperti zakat profesi.
Jika hibah:

Pertama, jika sumber hibah tidak diduga – duga maka zakat yang dikeluarkan sebesar 20%.
Kedua, jika sumber hibah sudah diduga dan diharapkan, maka hibah tersebut digabungkan dengan kekayaan yang ada, zakat yang dikeluarkan sebesar 2.5%.

Zakat Simpanan
Uang simpanan dikenakan zakat dari jumlah saldo akhir bila telah mencapai haul. Besarnya nisab senilai 85 gr emas. Besar zakat yang harus dikeluarkan 2,5 %.

Tabungan

Zakat: (saldo akhir – Bagi hasil/bunga) x 2,5%
Deposito

Penghitungan sama dengan zakat simpanan tabungan.

Zakat Fitrah
Ketentuan:
Besarnya zakat fitrah adalah 2.5 kg. Atau menurut Abu Hanifah, boleh membayarkan sesuai dengan harga makanan pokok.

Orang yang wajib membayar zakat fitrah
Semua muslim tanpa membedakan laki-laki dan perempuan, bayi, anak-anak dan dewasa, kaya atau miskin (yang mempunyai makanan pokok lebih dari sehari)

Waktu mengeluarkan zakat fitrah :
Boleh diberikan awal bulan Ramadhan, tetapi wajibnya zakat fitrah diberikan menjelang Sholat Idul Fitri atau tenggelamnya matahari di akhir bulan Ramadhan

Zakat Saham dan Investasi
Hasil dari keuntungan investasi saham, wajib dikeluarkan zakatnya sesuai dengan kesepakatan para ulama pada Muktamar Internasional Pertama tentang zakat di Kuwait (29 Rajab 1404.)

Namun para ulama berbeda tentang kewajiban pengeluaran zakatnya.

Pendapat pertama yang dikemukakan oleh Syeikh Abdurrahman Isa dalam kitabnya “al-Muamalah al-Haditsah wa Ahkmuha” mengatakan bahwa yang harus diperhatikan sebelum pengeluaran zakat adalah status perusahaannya, di mana:

Jika perusahaan tersebut hanya bergerak di bidang layanan jasa, misalnya biro perjalanan, biro iklan, perusahaan jasa angkutan (darat, laut, udara), perusahaan hotel, maka sahamnya tidak wajib dizakati.
Jika perusahaan tersebut adalah perusahaan dagang murni yang melakukan transaksi jual beli komoditi tanpa melakukan proses pengolahan, maka saham-saham perusahaan tersebut wajib dikeluarkan zakatnya di samping zakat atas keuntungan yang diperoleh. Caranya adalah dengan menghitung kembali jumlah keseluruhan saham kemudian dikurangi harga alat-alat, barang-barang ataupun inventaris lainnya. Besarnya kadar zakat adalah 2,5 persen dan bisa dikeluarkan setiap akhir tahun.
Jika perusahaan tersebut bergerak di bidang industri dan perdagangan sekaligus, maka sahamnya wajib dizakatkan dengan mekanisme yang sama dengan perusahaan kategori kedua
Pendapat kedua adalah pendapat Abu Zahrah. Menurutnya, saham wajib dizakatkan tanpa melihat status perusahaannya karena saham adalah harta yang beredar dan dapat diperjual-belikan, dan pemiliknya mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan tersebut. Ini termasuk kategori komoditi perdagangan dengan besaran zakat 2,5 persen dari harga pasarnya.

Yusuf Qaradawi mengatakan jika saham perusahaan berupa barang atau alat, maka saham perusahaan tersebut tidak dikenai zakat. Zakat hanya dikenakan pada hasil bersih atau keuntungan yang diperoleh perusahaan, dengan kadar zakat 10 persen. Lain halnya kalau saham perusahaan berupa komoditi yang diperdagangkan (tercatat di bursa saham), zakat dapat dikenakan pada saham dan keuntungannya sekaligus. Besarnya kadar zakat adalah 2,5 persen.

Zakat THR
Selain Penghasilan yang rutin diterima oleh seorang karyawan, ini artinya THR diberikan sebagai bagian dari pekerjaan, sehingga ada kewajiban Zakat pada THR (Fiqh Zakat Dr. Yusuf Qardhawi).

Ketentuan untuk Zakat THR sama dengan Zakat Profesi/Penghasilan.

Kesimpulan untuk perhitungan Zakat THR adalah sebagi berikut:
Ketika jumlah THR ketika dipisahkan dengan penghasilan bulanan mencapai nishab maka bisa langsung dikeluarkan zakatnya dengan perhitungan terpisah dari pendapatan bulanan
Perhitungan THR yang mencapai nishab zakat bisa juga digabungkan dengan penghasilan bulanan kemudian dikeluarkan zakatnya dari total penghasilan dan THR.
Bagi yang nominal THRnya tidak mencapai nishab harus digabungkan dengan penghasilanan bulanannya, ketika digabungkan ternyata jumlahnya mencapai nishab maka wajib bayar Zakat, tetapi ketika sudah digabungkan pun tidak mencapai nishab maka tidak wajib Zakat.

Berbagi Kasih Menebar Senyum Menambah Rezeki, 03 Maret 2019

Berbagi Kasih Menebar Senyum Menambah Rezeki, 03 Maret 2019

Berbagi kasih 
Menebar senyum
Menambah rezeki

"Bismillahhirrohmanirrohim"

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Apa kabar sahabat yatim YAKBI ?
Semoga Selalu sehat serta dalam perlindungan Allah Subhanahu Wa Ta'Ala ,Aamiin 

Anak yatim  dimuliakan dalam Islam. 
Bukan hanya Rasul, bahkan Allah pun memuliakannya. 
Beberapa ayat-ayat-Nya dalam Al-qur'an, dikirim kita untuk menyantuni dan menyayangi anak-anak yatim. 
Bahkan dalam salah satu ayat-Nya, termasuk orang-orang yang mendustakan agama itu adalah orang yang menghardik anak yatim (Al Ma'un: 2).
Rasulullah Muhammad SAW sangat menyayangi anak-anak yatim. 
Tapi bukan hanya anak-anak yatim saja yang disayangi Rasulullah. 
Orang-orang yang menyanyangi, menyantuni atau menghidupi anak yatim pun, sangat dicintai Rasulullah. 
Rasulullah memuliakan orang-orang yang membutuhkan anak yatim. 
Seperti dalam hadist, Beliau bersabda: "Aku dan orang yang menerima anak yatim (kedudukannya)
di surga seperti ini", kemudian beliau akan 
memanggil 'alaihi wa sallam memasukkan jari telunjuk dan jari tengah beliau akan 
memanggil' alaihi wa sallam , dan juga merenggangkan terpilih.
"(HR. Bukhari)

Alhamdulillah Acara Hari Ahad Tanggal 3 Maret 2019, Yayasan Yatim Al-Karomah Bhakti Insani
Telah mensukseskan Program Acara Santunan Akbar yang dihadiri Oleh 80 Anak yatim dan piatu .
Almdulillah puji syukur yg amat sangat kepada Tuhan yg Maha Esa Allah Subhanahu Wa Ta'ala serta 
Uluran tangan-tangan dermawan para donatur setia YAKBI,
semoga Rezeki yg telah di sedekahkan Allah ganti dan lipatgandakan 
Dengan Rezeki yg berlimpah, Kesehatan yg paripurna, kemudahan di setiap Urusannya .

Amiin aamiin Ya Rabbal Alamiin 

Jum’at 08/02/2019 Alhamdulillah, Program Rihlah Ilmiah Yatim YAKBI Ke Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Telah Terlaksana dengan baik .

Jum’at 08/02/2019 Alhamdulillah, Program Rihlah Ilmiah Yatim YAKBI Ke Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Telah Terlaksana dengan baik .

Assalamualaikum Ayah, Bunda, Kakak yang baik hati, juga para donatur setia Yayasan al-Karomah Bhakti Insani, alhamdulillah Program kegiatan Rihlah Adik-adik Yatim Binaan YAKBI telah membantu kerja keras dan khidmat, Kami Selaku segenap pengurus yayasan, Bunda dan juga para donatur, karna harus ikut serta dalam setiap program-program yayasan yang mendukung terus menyediakan tunjangan dan kesejahteraan untuk anak-anak yatim. * Dinas pendidikan kota Bekasi membantu program rihlah yatim binaan yakbi*
Yang kemarin dihadiri 10 yatim binaan yakbi & 4 pengurus yakbi, yang di adakan dikantor dinas pendidikan kota Bekasi.
Alhamdulillah kami semua di terima oleh ibu Eny Kholidah, S.Pd. diruangannya mewakili kepala dinas pendidikan bapak HM. Ali Fauzie, M. Pd

Selain itu kami pun ingin menyampaikan salam hangat dari adik adik Yatim binaan Yayasan Al-Karomah Bhakti Insani Untuk Ayah,Bunda, Kakak dan seluruh para donatur yang Dermawan, semoga Allah membalas kebaikan yang berlipat ganda baik Rezeki,Kesehatan,Kesejahteraan,Keharmonisan keluarga serta kemudahan di setiap kegiatan kita, Aamiin aamiin Ya Rabbal Alamin .

Wasaalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Masya Allah Inilah 5 Keutamaan sedekah yang Akan merubah Hidupmu

Masya Allah Inilah 5 Keutamaan sedekah yang Akan merubah Hidupmu

5 KEUTAMAAN SEDEKAH

  1. Manfaat Sedekah: Dapat Menghapus Dosa

Manusia memang tidak luput dengan dosa. Kesempurnaannya dipertanyakan apakah kita pantas disebut makhluk yang sempurna padahal kita selalu enggan untuk meminta ampun dengan apa yang telah kita perbuat.

Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم bersabda, “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api“.(HR. At-Tirmidzi).

Sedekah, bertindak mudah yang disediakan Allah agar dapat mengikis perbuatan-perbuatan dosa kita. Cukup dengan senyum saja, kamu sudah bersedekah karena senyum adalah salah satu sedekah termudah yang bisa kita sebarkan dengan mengukir garis senyum di bibir kita.

2. Bersedekah Dapat Berbentuk Apa Saja.

Bagaimana cara kita mendapatkan keutamaan bersedekah tetapi tidak mempunyai uang?

Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم bersabda: “Kamu menyingkirkan batu, duri dan tulang dari tengah jalan itu adalah sedekah bagimu.”(HR. Bukhari).

Tidak punya uang bukan berarti penghalang untuk bersedekah. Lebih baik menjadi tangan di atas daripada tangan di bawah. Itulah sebabnya sedekah tidak hanya sekeda tentang uang saja, tetapi juga senyum, membantu orang kompilasi susah, aman ruangan kompilasi tidak ada yang aman, dan lain sebagainya.

3. Mengutamakan Sedekah Tidak Akan Mengurangi Harta

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda “Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588)

Apakah gaji Anda belum cukup untuk penghasilan sehari-hari? Apakaah Anda masih memikirkan bagaimana biaya sekolah anak-anak Anda yang masih juga belum cukup?

Itulah pentingnya kita untuk bersedekah. Bukan hanya membersihkan diri dari dosa, tetapi sedekah juga dapat mendatangkan rezeki lagi untuk kita. Jika kita yakin diri kita sendiri bersedekah karena Allah, insya Allah akan meminta sesuatu yang lebih baik lagi.

4.Allah akan melipatgandakan Pahala Orang-orang yang Bersedekah.

Allah Maha Melihat, al-Basir البصير Setiap apapun yang dilakukan oleh kita, pasti Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى akan melihat kita. Sedekah sedikit apapun itu pasti Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى melihatnya. Disitulah Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى melipatgandakan pahala orang-orang yang bersedekah.

Allah berfirman berfirman yang berarti: “Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (shodaqoh) harta bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang) meminta biji yang menumbuhkan tujuh untai dan setiap-untai disebut meminta biji dan Allah melipat gandakan (panggil) orang yang dikehendaki , dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui “. (QS. Al-Baqoroh: 261)

5.Keutamaan Sedekah: Mendapat Naungan di Hari Akhir.

Rasulullah telah jelas mengungkapkan tentang orang-orang yang akan mendapatkan naungan di hari kiamat nanti, salah satunya adalah orang-orang yang bersedekah.

Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم bersabda: “Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, maka ia menyembunyikan amalnya itu sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya“. (HR. Bukhari)

Itulah beberapa keutamaan sedekah dalam Islam yang bermanfaat bagi kita. Jangan takut untuk hilang harta, jangan takut juga untuk mengulurkan tangan kanan kita.

Wallahu A’lam, Semoga Bermanfa’at😇🙏

Yayasan Al-karomah Bhakti Insani

https://yakbi.or.id
.

Hiduplah seperti Lebah, Makan yang baik dan mengeluarkan yang baik Pula .

Hiduplah seperti Lebah, Makan yang baik dan mengeluarkan yang baik Pula .

YAYASAN AL-KAROMAH BHAKTI INSANI,

1 FEBRUARI 2019

Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya).” (Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar)

Seorang mukmin adalah manusia yang memiliki sifat-sifat unggul. Sifat-sifat itu membuatnya memiliki keistimewaan dibandingkan dengan manusia lain. Sehingga di mana pun dia berada, kemana pun dia pergi, apa yang dia lakukan, peran dan tugas apa pun yang dia emban akan selalu membawa manfaat dan maslahat bagi manusia lain. Maka jadilah dia orang yang seperti dijelaskan Rasulullah saw., “Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lain.”

Kehidupan ini agar menjadi indah, menyenangkan, dan sejahtera membutuhkan manusia-manusia seperti itu. Menjadi apa pun, ia akan menjadi yang terbaik; apa pun peran dan fungsinya maka segala yang ia lakukan adalah hal-hal yang membuat orang lain, lingkungannya menjadi bahagia dan sejahtera.

Nah, sifat-sifat yang baik itu antara lain terdapat pada lebah. Rasulullah saw. dengan pernyataanya dalam hadits di atas mengisyaratkan agar kita meniru sifat-sifat positif yang dimiliki oleh lebah. Tentu saja, sifat-sifat itu sendiri memang merupakan ilham dari Allah swt. seperti yang Dia firmankan, “Dan Rabbmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu).’ Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.” (An-Nahl: 68-69)

Sekarang, bandingkanlah apa yang dilakukan lebah dengan apa yang seharusnya dilakukan seorang mukmin, seperti berikut ini:

Hinggap di tempat yang bersih dan menyerap hanya yang bersih.

Lebah hanya hinggap di tempat-tempat pilihan. Dia sangat jauh berbeda dengan lalat. Serangga yang terakhir amat mudah ditemui di tempat sampah, kotoran, dan tempat-tempat yang berbau busuk. Tapi lebah, ia hanya akan mendatangi bunga-bunga atau buah-buahan atau tempat-tempat bersih lainnya yang mengandung bahan madu atau nektar.

Begitulah pula sifat seorang mukmin. Allah swt. berfirman:

Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu. (Al-Baqarah: 168)

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Al-A’raf: 157)

Karenanya, jika ia mendapatkan amanah dia akan menjaganya dengan sebaik-baiknya. Ia tidak akan melakukan korupsi, pencurian, penyalahgunaan wewenang, manipulasi, penipuan, dan dusta. Sebab, segala kekayaan hasil perbuatan-perbuatan tadi adalah merupakan khabaits (kebusukan).

Mengeluarkan yang bersih.

Siapa yang tidak kenal madu lebah. Semuanya tahu bahwa madu mempunyai khasiat untuk kesehatan manusia. Tapi dari organ tubuh manakah keluarnya madu itu? Itulah salah satu keistimewaan lebah. Dia produktif dengan kebaikan, bahkan dari organ tubuh yang pada binatang lain hanya melahirkan sesuatu yang menjijikan. Belakangan, ditemukan pula produk lebah selain madu yang juga diyakini mempunyai khasiat tertentu untuk kesehatan: liurnya!

Seorang mukmin adalah orang yang produktif dengan kebajikan. “Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (Al-Hajj: 77)

Al-khair adalah kebaikan atau kebajikan. Akan tetapi al-khair dalam ayat di atas bukan merujuk pada kebaikan dalam bentuk ibadah ritual. Sebab, perintah ke arah ibadah ritual sudah terwakili dengan kalimat “rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu” (irka’u, wasjudu, wa’budu rabbakum). Al-khair di dalam ayat itu justru bermakna kebaikan atau kebajikan yang buahnya dirasakan oleh manusia dan makhluk lainnya.

Segala yang keluar dari dirinya adalah kebaikan. Hatinya jauh dari prasangka buruk, iri, dengki; lidahnya tidak mengeluarkan kata-kata kecuali yang baik; perilakunya tidak menyengsarakan orang lain melainkan justru membahagiakan; hartanya bermanfaat bagi banyak manusia; kalau dia berkuasa atau memegang amanah tertentu, dimanfaatkannya untuk sebesar-besar kemanfaat manusia.

Tidak pernah merusak

Seperti yang disebutkan dalam hadits yang sedang kita bahas ini, lebah tidak pernah merusak atau mematahkan ranting yang dia hinggapi. Begitulah seorang mukmin. Dia tidak pernah melakukan perusakan dalam hal apa pun: baik material maupun nonmaterial. Bahkan dia selalu melakukan perbaikan-perbaikan terhadap yang dilakukan orang lain dengan cara-cara yang tepat. Dia melakukan perbaikan akidah, akhlak, dan ibadah dengan cara berdakwah. Mengubah kezaliman apa pun bentuknya dengan cara berusaha menghentikan kezaliman itu. Jika kerusakan terjadi akibat korupsi, ia memberantasnya dengan menjauhi perilaku buruk itu dan mengajukan koruptor ke pengadilan.

Bekerja keras

Lebah adalah pekerja keras. Ketika muncul pertama kali dari biliknya (saat “menetas”), lebah pekerja membersihkan bilik sarangnya untuk telur baru dan setelah berumur tiga hari ia memberi makan larva, dengan membawakan serbuk sari madu. Dan begitulah, hari-harinya penuh semangat berkarya dan beramal. Bukankah Allah pun memerintahkan umat mukmin untuk bekerja keras? “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (Alam Nasyrah: 7)

Kerja keras dan semangat pantang kendur itu lebih dituntut lagi dalam upaya menegakkan keadilan. Karena, meskipun memang banyak yang cinta keadilan, namun kebanyakan manusia –kecuali yang mendapat rahmat Allah– tidak suka jika dirinya “dirugikan” dalam upaya penegakkan keadilan.

Bekerja secara jama’i dan tunduk pada satu pimpinan

Lebah selalu hidup dalam koloni besar, tidak pernah menyendiri. Mereka pun bekerja secara kolektif, dan masing-masing mempunyai tugas sendiri-sendiri. Ketika mereka mendapatkan sumber sari madu, mereka akan memanggil teman-temannya untuk menghisapnya. Demikian pula ketika ada bahaya, seekor lebah akan mengeluarkan feromon (suatu zat kimia yang dikeluarkan oleh binatang tertentu untuk memberi isyarat tertentu) untuk mengudang teman-temannya agar membantu dirinya. Itulah seharusnya sikap orang-orang beriman. “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaff: 4)

Tidak pernah melukai kecuali kalau diganggu

Lebah tidak pernah memulai menyerang. Ia akan menyerang hanya manakala merasa terganggu atau terancam. Dan untuk mempertahankan “kehormatan” umat lebah itu, mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang. Sikap seorang mukmin: musuh tidak dicari. Tapi jika ada, tidak lari.

Itulah beberapa karakter lebah yang patut ditiru oleh orang-orang beriman. Bukanlah sia-sia Allah menyebut-nyebut dan mengabadikan binatang kecil itu dalam Al-Quran .

Sekian Terima Kasih